Seberapa cocok Anda dengan pasangan Anda ?

Semakin banyak kita memiliki kesamaan biasanya dianggap cocok. Bagaimana dengan pendapat bahwa perbedaan justru membuat pasangan saling melengkapi ? Sebagian pakar psikologi bicara tentang teori komplementasi, yaitu bahwa masing-masing pasangan memiliki ciri dan sikap berlawanan. Mereka tertarik justru karena ada perbedaan, untuk kemudian bisa saling melengkapi, dan sempurna sebagai satu kesatuan. Memiliki hobi dan minat yang sama membantu pasangan bisa langgeng.

Bukan Cuma karena mereka bisa melakukan sesuatu bersama-sama, tapi juga bisa ‘nyambung’ kalau bicara. Kuiz yang dibuat oleh pakar psikologi dari Amerika, Dr. Glenn Wilson, berikut ini bisa menjadi alat untuk mengetes apakah Anda dan pasangan benar-benar cocok. Kalau pun tidak cocok, selama Anda berdua tahu situasinya dan dapat menerimanya, tentu saja kebahagiaan tetap bisa menjadi milik Anda.

Kualitas Hubungan Interpersonal

Pilih salah satu jawaban yang paling sesuai dengan Anda, lingkari huruf di depannya!

1. Apakah Anda sering berpikir soal mengakhiri hubungan dengan pasangan?
a. Betapa menyakitkan jika Anda berdua sampai berpisah.
b. Gagasan itu muncul ketika sedang muak dengan pasangan Anda.
c. Gagasan itu muncul hampir setiap hari.

2. Seberapa sering Anda dan pasangan berbagi cerita rahasia?
a. Anda selalu saling menceritakan semua ketakutan, fantasi, dan perasaan terdalam.
b. Ada hal-hal dalam hidup yang Anda tetap jaga sebagai rahasia pribadi.
c. Hubungan Anda ditentukan oleh kebohongan yang Anda lakukan setiap saat.

3. Saat Anda berulangtahun, pasangan Anda akan:
a. Dengan instingnya mengetahui secara tepat apa yang Anda inginkan.
b. Bisa jadi membelikan sesuatu, tapi nantinya harus Anda tukar ke tokonya.
c. Menghabiskan banyak uang untuk membeli hadiah yang tidak berguna.

4. Apakah Anda senang berduaan saja?
a. Pasangan Anda adalah orang yang paling menggairahkan hidup Anda.
b. Anda merasa bahwa pisah satu sama lain membuat Anda tetap terpikat.
c. Anda mencoba menghilangkan kebosanan denganmenghadirkan banyak teman.

5. Jenis perbedaan pendapat mana yang Anda punya?
a. Ketidaksepakatan boleh saja tapi segera dicari jalan keluarnya.
b. Ada beberapa topik yang menurut Anda lebih baik tidak dibicarakan.
c. Anda selalu cekcok, baik untuk masalah kecil maupun besar.

6. Apakah pasangan Anda merupakan pilihan yang terbaik?
a. Anda tidak pernah bertemu orang lain yang membuat diri Anda sangat berarti.
b. Anda yakin bahwa hidup itu kompromi, dan Anda bisa melakukan dengan baik.
c. Anda memilih yang terbaik dari yang buruk, dan berharap yang lebih baik akan muncul.

7. Anda tiba di rumah kepanasan dan kecapekan. Pasangan Anda akan:
a. Membolehkan Anda marah-marah, lalu melakukan yang terbaik sehingga muncul kembali tawa dan canda.
b. Mengambilkan minuman lalu meninggalkan Anda sementara waktu.
c. Menyerbu Anda dengan masalahnya, sebelum Anda sempat duduk.

8. Ketika pergi ke pesta Anda selalu mencari-cari:
a. Percakapan yang menggairahkan.
b. Persahabatan baru.
c. Seorang pengganti pasangan Anda.

9. Anda memergoki pasangan Anda terlibat hubungan yang dekat dengan orang yang sangat menarik.Yang Anda perhatikan adalah:
a. Ketidakmampuan Anda yang sangat jelas untuk memuaskannya.
b. Anda sudah tidak muda lagi.
c. Kehilangan sumber keuangan Anda.

10.Bagaimana Anda menjelaskan hubungan dengan pasangan Anda?
a. Pasangan kekasih yang sangat sempurna.
b. Penuh gairah, tapi ada naik turunnya.
c. Lebih baik daripada kesepian.

Cara menghitung dan menafsirkan:

Kuiz ini menggambarkan kualitas hubungan interpersonal Anda dengan pasangan. Faktor ini sangat penting untuk mengukur apakah hubungan bisa mulus
dan langgeng.

Cara menghitungnya, beri nilai 1 pada pilihan ’c’, nilai 2 untuk pilihan ‘b’, dan nilai 3 untuk pilihan ‘a’, lalu jumlahkan.

Jumlah > 25 mengindikasikan bahwa Anda pasangan yang sangat cocok.
Jumlah 20-24 mengindikasikan rata-rata atau lumayan cocok.
Jumlah 15-19 mengindikasikan tingkat ketidakpuasan yang tinggi.
Jumlah 10-14 mengindikasikan hubungan yang sangat parah.
Read More...

Sikapi Perkawinan Beda Keyakinan

Cinta seharusnya menjadi penyatu antara dua insan yang berbeda. Namun terkadang dalam sebuah perkawinan beda agama, tak cukup hanya dengan cinta yang menjadi perekatnya. Jika Anda sedang menjalani relationship beda agama, ada baiknya Anda simak yang berikut ini

Banyak orang yang berpikir membina biduk rumahtangga dengan keyakinan yang berbeda akan menemukan banyak kesulitan.
Mulai bagimana mereka akan mendidik dan mengarahkan anak-anak sampai bagaimana harus berjiwa besar kala pasangan merayakan dan menunaikan ibadahnya.

Tentu bukan sebuah perjuangan yang tidak mudah, lantaran sifat manusia yang memang terkadang mementingkan egonya. Bila menilik, tentu ada dampak positif dan negatif dari pasangan yang beda agama. Tapi ternyata tidak melulu yang tampil adalah dampak negatifnya, kalau keduanya memang bisa menempatkan dan menjaga segalanya sesudah dengan tugas dan kewajibannya.

Dari pasangan orangtua beda agama yang memberi kebebasan seluas-luasnya kepada anak-anaknya, ini tentu akan menumbuhkan sikap toleransi yang tinggi. Dimana anak-anak diberikan kebebasan untuk menghias pohon Natal tanpa diberi larangan. Ataupun berkunjung ke mesjid untuk belajar mengaji dan sholat. Dengan menanamkan agama sejak kecil, mereka didik untuk bisa bersikap dan berahlak yang baik.

Kedepannya, beri mereka kebebasan untuk menganut agama apa yang ingin mereka peluk tanpa terkesan ada paksaan. Mereka juga akan lebih memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap teman-teman dan lingkungannya dibanding yang lainnya. Kerjasama antar kedua pasangan dalam mengarahkan bahtera rumahtangga tak kalah pentingnya.

Dengan demikian pasangan tersebut akan merasakan hidup yang lebih "berwarna" dengan pernikahan beda keyakinan. Hal lain yang juga didapatkan yakni menambah pengetahuan. Belajar dapat diperoleh di manapun, begitu juga pengetahuan tentang keyakinan yang berbeda.

Tentu akan banyak hal yang mendorong kita untuk membaca buku demi menambah pengetahuan tentang beragam kehidupan keyakinan baik yang ada di Indonesia maupun dunia. Dengan demikian ini semakin bisa menyakinkan agama apa yang kita anut kini. Toh tak selamanya pasangan beda agama akan berdampak buruk. Juga bukan tidak mungkin ada pihak yang akhirnya mengikuti keyakinan pasangannya, meski harus butuh waktu lama. Dan yang pasti pernikahan beda agama, tergantung dari sudut mana anda melihatnya.
Read More...

Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual biasanya menjadi rahasia keluarga yang disimpan rapat. Ada sejumlah situasi yang perlu diperhatikan para orangtua, agar anak terhindar dari kekerasan seksual, di dalam maupun di luar rumahtangga. Menurut pengamatan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia maupun hasil riset di Barat, pelaku percabulan biasanya adalah orang-orang yang dekat dan dipercaya oleh anak-anak.

Ada tipe dan pola yang jelas menyangkut kekerasan seksual terhadap anak-anak ini, baik yang terjadi di dalam maupun di luar keluarga. Dalam buku Human Sexuality terbitan Times Mirror dijelaskan sebagai berikut:

1. Ada perjanjian. Pelaku menjanjikan sesuatu kepada korban. Dalam kasus di Bali itu, anak-anak dijanjikan uang. Sedangkan dalam kasus guru agama, anak-anak ada yang dijanjikan piknik ada pula yang mendapat pelajaran tambahan di rumah.

2. Fase rahasia. “Jangan bilang siapa-siapa!” begitu yang mereka tandaskan kepada anak-anak. Biasanya juga disertai ancaman, sehingga anak-anak takut dan merasa bersalah jika melanggarnya.

3. Tahap penyingkapan. Biasanya terjadi secara tak disengaja, misalnya anak sudah lelah dicabuli lalu berontak, ketahuan anak lain, menderita sakit, atau hamil.


Perhatikan Perubahan Perilakunya. Ada sejumlah tanda psikis maupun fisik yang terlihat pada anak-anak korban kekerasan seksual.

Tanda-Tanda Psikis:
* Takut berada sendirian di dekat orang tertentu.
* Mengalami gangguan tidur seperti mimpi buruk, takut masuk kamar, takut tidursendiri.
* Menjadi senstitif dan gampang marah.
* Lengket dengan orangtuanya.
* Memiliki rasa takut yang sulit dijelaskan.
* Sikapnya berubah terhadap sekolah, teman-teman, maupun saudara kandungnya.
* Sikapnya menjadi lebih kekanak-kanakan (regresi).
* Pengetahuan seksualnya lebih daripada anak sebayanya.
* Takut pulang atau lari dari rumah.

Tanda-Tanda Fisik:
* Sulit duduk maupun berjalan.
* Kelaminnya gatal atau sakit.
* Pakaian dalamnya berdarah, sobek atau bernoda.
* Daerah vagina atau duburnya lecet dan berdarah.
* Menderita penyakit seksual.
* Hamil.
Read More...
SangarCity
Beranda

English French Spain Japanese Arabic

Informasi Menarik ▼
-